Selamat Bergabung

SELAMAT BERGABUNG MENUJU MASA DEPAN YANG MAPAN DAN SEJAHTERA BERSAMA BRILLIANCE SUN LIFE

Rabu, 30 Maret 2011

WASPADAI KOLESTEROL ANDA SEBELUM TERSERANG JANTUNG

bisnis

PERIKSAKAN KADAR KOLESTEROL SEBELUM ANDA TERSERANG JANTUNG
Jika saat ini sedang anda melakukan perawatan untuk kolesterol tinggi atau penyakit jantung, maka tes kolesterol dapat memantau kondisi dan memberikan panduan dalam memberikan pengobatan yang diperlukan. Seberapa sering frekuensi seseorang memeriksa kolesterol bervariasi sesuai dengan status kesehatan yang dimiliki.
Penyakit Jantung termasuk dari jenis 40 sakit kritis yang menjadi pembunuh utama manusia. Lindungi resiko ini agar aset anda tidak terkuras habis untuk pengobatan sakit kritis ( 40 jenis) Ikuti prgram Brilliance KLIK DISINI
Kolesterol tinggi umumnya tidak memiliki gejala dan baru diketahui ketika sudah mengalami komplikasi. Lalu kapan sebaiknya seseorang memeriksakan kadar kolesterolnya? Kolesterol tinggi adalah kondisi serius yang tidak boleh diabaikan dan hanya bisa diketahui melalui tes darah dilaboratorium atau alat periksa kolesterol. Tes ini untuk mengetahui profil dari lipid.
Namun kadang orang bingung kapan harus memeriksakan kadar kolesterolnya. Tapi ada beberapa hal yang bisa menjadi petunjuk seseorang harus periksa kolesterol, seperti dikutip dari Livestrong, yaitu :
Usia
Salah satu pedoman yang dikeluarkan oleh National Cholesterol Education Program adalah merekomendasikan orang yang sudah berusia 20 tahun untuk memeriksakan kadar kolesterolnya lalu diulang kembali setiap 5 tahun.
Tapi bagi laki-laki yang sudah berusia di atas 45 tahun dan perempuan diatas 50 tahun harus memeriksakan kadar kolesterolnya setiap tahun. Hal ini karena risiko terkena penyakit jantung atau pembuluh darah lainnya meningkat diusia tersebut.
Faktor risiko
Jika memiliki satu atau lebih faktor risiko untuk penyakit jantung maka seseorang harus memeriksakan kadar kolesterolnya. Faktor risiko ini termasuk riwayat keluarga yang memiliki penyakit jantung, obesitas, gaya hidup tidak sehat dan merokok.
Tapi bagi orang yang sudah memiliki kondisi kesehatan tertentu sebelumnya seperti tekanan darah tinggi atau diabetes yang bisa menjadi faktor risiko jantung, sebaiknya mulai rutin memeriksakan kadar kolesterolnya.
Memiliki keturunan hiperkolesterolemia (familial hypercholesterolemia)
Kondisi genetik ini menyebabkan kadar kolesterol tinggi yang turun temurun dalam anggota keluarga. Hal ini menempatkan seseorang pada risiko tinggi terkena serangan jantung lebih awal.
Meskipun kolesterol tinggi tidak menimbulkan gejala, tapi familial hypercholesterolemia bisa menunjukkan tanda seperti deposit kolesterol yaitu berupa garis putih pada kulit di sekitar mata. Selain itu kondisi ini bisa dideteksi melalui tes kolesterol atau tes genetik.

bisnis hemat murah dan manfaat
Kerja di rumah hasil melimpah. System ini bekerja OTOMATIS 24 jam per hari. Miliki systemnya hanya dengan modal 25 ribu dan anda berpeluang mendapatkan puluhan juta rupiah setiap BULANNYA dengan mudah! Uang 25 ribu akan habis untuk jajan tetapi di investasihebat akan menjadi aset seumur hidup. Segera Daftar di http://web4invest.com/?id=investasihebat

Kamis, 24 Maret 2011

BERHENTI MEROKOK, BAGAIMANA CARANYA ?

MELATIH DIRI BERHENTI MEROKOK

1. Bersihkan rumah dari atribut-atribut rokok seperti bungkus rokok, asbak, dan korek. Lalu, ajaklah rekan-rekan sesama perokok untuk tidak merokok di depan perokok yang ingin berhenti.
2. Bersabarlah, khususnya dalam 1-2 minggu pertama. "Kemungkinan akan timbul perselisihan dengan perokok yang sedang berusaha berhenti," kata dr Bowo.
3. Berikan banyak pujian dan penghargaan kepada yang hendak berhenti merokok. "Hargai keputusan mereka yang ingin berhenti, rayakan kalau dalam 1-2 minggu mereka berhasil," tambah dr Bowo.
4. Sediakan waktu untuk mendengarkan curahan hati dan perasaan perokok yang berusaha berhenti.
5. Alihkan perhatian perokok dengan menyibukkan mereka seperti mengajak jalan-jalan atau melakukan aktivitas fisik seperti olahraga pada waktu-waktu biasanya dia merokok. "Permen dapat mengalihkan perhatian perokok saat dia enggak tau mau apa, dia makan permen," tambah dokter spesialis jantung, dr Aulia Sani.
6. Yang terpenting, yakinkanlah perokok bahwa mereka mampu berhenti atau mengurangi kebiasaan mengonsumsi nikotin.

bisnis